Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Terima kasih...

Selasa, 21 Maret 2017

KEMBANG DI KUBURAN



Dulu aku pernah pergi ke kuburan dengan dua adik yaitu Kokok dan Ari. Kuburan simbah terletak di sebuah kuburan tua yang sudah penuh. Tetapi karena masih saja ada orang yang mengubur di tempat ini maka kuburan menjadi penuh sesak. Patok atau maesan bertebaran tidak tertata rapi. Sepertinya orang berusaha memanfaatkan setiap jengkal tanah untuk kuburan, maka ada kuburan yang menghadap barat laut atau timur laut. Tidak semua menghadap utara seperti kebiasaan orang Jawa.

Sampai di kuburan embah kami mulai membersihkan rumput. Tiba-tiba kulihat Kokok meloncat lalu lari tunggang langgan. Sesaat kemudian Ari pun lari mengikuti Kokok. Melihat kedua adikku lari maka aku pun lari mengejar mereka. Aku tidak peduli kakiku terantuk patok atau semen yang membatasi kuburan. Setelah agak jauh dari kuburan embah Kokok berhenti dengan nafas terengah-engah.

Senin, 13 Maret 2017

Cinta “otodidak” seorang sopir

Langit sore tampak begitu cepat berlabuh. Lampu jalan menyala menyongsong datangnya malam. Para pekerja bergegas untuk kembali kerumahnya. Namun hal ini tidak bisa dirasakan oleh Judi (50), seorang sopir di salah satu perusahaan. Judi ini terlihat payah, duduk di parkiran gereja, mengenakan baju serba hitam dengan sebatang rokok ditangannya.

Sebagai seorang sopir, setiap hari Judi mendahului matahari terbit, berangkat kerumah majikannya. Menyiapkan mobil, menghantar majikan berangkat kantor, hingga menghantar pulang majikan sore hari bahkan bisa sampai larut malam. Setelah itu baru ia menyapa keluarganya dengan senyuman.

Rabu, 08 Maret 2017

PEKIK SUNYI SANG TUKANG BECAK



Hembus angin di gelap pekat malam Surabaya tetap tak menghapus panasnya udara kota itu. Syamsudin pun terpaksa melepas bajunya sambil duduk santai di becaknya sendiri. Rasanya tak ada yang istimewa di malam itu. Suasana sepi. Sesepi rezeki yang bisa dikais Syamsudin hari ini.

Guratan garis kulit mulai terlihat di dahi dan pipi. Kulitnya legam. Di wajah, tubuh dan tangan. Seakan-akan terik matahari kota sudah menjadi sahabat karibnya.

Senin, 20 Februari 2017

Jurnalistik, bukan soal ilmu pengetahuan



Dalam rangka memperingati 400 tahun Kongregasi Misi (CM), beberapa imam beserta tim yang sudah dibentuk merancang sebuah rencana penulisan buku. Buku yang akan ditulis berisi kenangan akan para misionaris awali CM yang berkarya di Indonesia. Untuk itu berbagai persiapan dilakukan seperti mendata para narasumber dan membuat agenda kerja. Salah satu dari agenda yang telah direncanakan yakni pada tanggal 18 - 20 Januari 2017,  beberapa romo beserta tim, menggelar workshop yang bertujuan agar para tim penulis buku semakin kreatif dalam proses penulisan buku. Workshop yang berlangsung di Provinsialat CM ini dibawakan oleh seorang jurnalis dan penulis buku A. Bobby Pr. Peserta terdiri dari 7 pastor CM, 2 Frater CM dan 7 orang lainnya awam. Para peserta tampak antusias. Bobby pun tampak energik dalam memberikan materi. Bahasa jurnalistik, berita dan feature menjadi meteri utama dalam workshop.

MUJIJAT PENGGANDAAN ROTI (pelajaran berbagi)



Mujijat penggadaan roti dalam Injil Matius dan Markus terjadi dua kali. Pertama untuk 5000 orang yang kedua untuk 4000 orang. Lukas dan Yohanes hanya menulis sekali untuk 5000 orang lelaki belum termasuk perempuan dan anak-anak. Jumlah roti yang digandakan pun berbeda. Matius dan Markus menulis para murid mempunyai 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang. Sedang pada saat memberi makan 4000 orang ada murid yang mempunyai 7 roti dan beberapa ikan. Dalam Lukas murid-murid mempunyai tidak lebih 5 roti dan 2 ikan. Dalam Yohanes seorang anak kecil yang mempunyai 5 roti dan 2 ikan.

Selasa, 14 Februari 2017

MENCARI DUKA SEORANG IMAM (Sharing Pengalaman Kecil)



Meski berhimpitan jadwal, namun aku masih menyanggupi untuk misa menggantikan Rm. Puji di Paroki Marinus Yohanes Kenjeran pada hari Minggu yang lalu. Setelah misa saya akan segera meluncur pulang ke Paroki Kristus Raja untuk memimpin perkawinan. Beberapa anak yang meminta tanda tangan di buku tugasnya aku layani dengan cepat. Tetapi ada seorang anak lelaki remaja SMP yang tiba-tiba meminta wawancara. Saya katakan untuk mencari romo lain, karena saya buru-buru. Tetapi anak ini bersikeras harus wawancara. Ibunya pun turut meyakinkan agar saya berbelas kasihan pada anaknya dan memberi waktu. Saya katakan untuk lakukan wawancara di paroki Kristus Raja setelah upacara perkawinan. Saya tegaskan bahwa saya tak ada waktu lagi.

Jumat, 10 Februari 2017

Pertama dan Baru.



Tuban, 17-19 Desember 2016

Beberapa waktu lalu, Solidaritas Relawan Kemanusiaan (SRK) mengundang kami, siswa-siswi SMA St Louis 1 dan 2 serta SMK St Louis untuk bergabung di organisasi ini. Untuk pertama kali, kami bersebelas terjun langsung bersama rombongan, membantu dalam proses distribusi paket berisi sembako untuk para korban bencana banjir di Rengel, Tuban. Kami berangkat dari Kinibalu 41 menggunakan truk TNI membawa cukup banyak karung beras dan sembako lainnya. Saya pribadi cukup deg-degan, karena ini hal baru untuk saya.