Selamat datang di blog kami! Selamat menikmati aktivitas yang kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Bila ada pertanyaan seputar aktivitas kami, silakan kirim ke alamat email kami: sekretkasihbangsa@gmail.com. Kunjungi pula situs kami di https://ykbs.or.id - Terima kasih...

Jumat, 05 Januari 2018

Air Bersih bukan untuk orang miskin



Inilah ceritaku, saat melihat tingkah kocak si tukang becak. Suatu kali, aku agak bingung dengan kelakuan tukang becak yang biasa mangkal di perempatan. Kupikir dia orang gila. Setiap kali turun hujan, pasti dia lepas baju dan mandi di pancuran air yang mengalir dari talang rumah. Tak jarang dia malah nyuci baju sekalian di depan gerbang rumah Pak RW yang selalu tertutup itu. Pada suatu kesempatan saya beruntung dapat bertemu dengan dia. Dengan senjata sok akrapku, aku cangrukan dengan tukang becak yang telah berhasil membuatku penasaran ini. Dalam omong-omong dengan dia saya tahu bahwa dia 100% waras. Apa yang dia lakukan setiap kali turun hujan adalah solusi dari masalah yg dia hadapi. Sebagai pendatang dengan modal becak tua, dia tak kuat membayar uang kost. Jika malam tiba ia tidur di becaknya. Tak punya KTP dan tak tahu tanggal kelahiran. Bahkan nama panggilannya pun macam-macam. Ada yang menyebut Pak Mamat ada yang memanggil dia dengan panggilan Pak Imam. Ternyata namanya Rajab Ali, kalahiran Gresik dan merantau ke Surabaya sejak tahun 1979.

Jumat, 22 Desember 2017

DAUN SINGKONG RASA SOP BUNTUT

Aku membuka google mencari resep masakan. Sudah hampir seminggu ini hanya ada daun singkong dan pakis. Udah beberapa resep aku coba untuk memasaknya tetapi akhirnya semua resep tampak hampir sama. Kalau toh ada resep lain selalu membutuhkan tambahan yang tidak ada disini. Bumbu terbatas. Hanya ada bawang merah, bawang putih, cabe. Apalagi segala ikan yang disarankan dalam resep. Saat aku masih mencoba mencari resep baru teleponku bergetar. Kulihat ada telepon masuk dari seorang teman di kota.

Rabu, 20 Desember 2017

Nguwongke Para Korban



Perlu ketelatenan untuk mendengarkan mereka mengemukakan pendapat tentang orang miskin. Selain karena pendapat mereka terasa sangat klise, sebagian besar pendapat-pendapat itu disampaikan dengan gaya yang tak menarik pula. Maklum, mereka masih muda, masih kelas XI atau kelas dua SMA. Tema mengenai orang miskin bukah hal yang biasa mereka perbincangkan dalam hidup harian mereka di rumah maupun di sekolah. Jadi bisa dipahami kalau mereka gagap meskipun fenomena kemiskinan begitu nyata dan jelas bisa dilihat dalam kehidupan mereka sehari-hari. Anak-anak muda ini adalah para relawan baru yang memutuskan untuk bergabung dengan Solidaritas Relawan Kemanusiaan (SRK). Mereka  sedang belajar mengenal fenomena kemiskinan dan penyebab-penyebabnya.

Selasa, 05 Desember 2017

Berkarya seperti jarum jam



Ayo mas kita berangkat ke Tales, sekarang waktunya mendampingi anak-anak belajar Matematika, ucap Rudi pada saya. Tolong ambil kunci sepeda motorku, kita berangkat bareng, kata saya pada Rudi.

Tempat belajar anak-anak dengan sekretariat tempat berkumpulnya relawan Sanggar Merah Merdeka di Bendul Merisi jaraknya lumayan jauh, meskipun tidak terlalu jauh karena bisa di tempuh dengan jalan kaki.

Ketika tiba di kampung Tales, Wonokromo, Surabaya, Rudi di sambut anak-anak Tales Gang langgar dengan antusias. 5 menit kemudian Rudi langsung mendampingi belajar anak kelas 3 dan 4 secara bergantian. Ia mengajar anak-anak Matematika tentang FPB dan KPK. Jumlah anak belajar ada 10 orang.

Kamis, 09 November 2017

KEINDAHAN BERAGAMA



Siang itu aku diajak beberapa teman untuk datang ke rumah seseorang yang istrinya baru 4 hari lalu melahirkan anak perempuan. Setelah mengobrol kesana kemari dan makan rujak, gado-gado dan beragam kue, akhirnya sekitar pukul 2 siang kami mohon diri. Sebelum pulang tuan rumah memintaku untuk mendoakan anaknya yang baru lahir. Aku tertegun sejenak. Seriuskah orang ini memintaku untuk berdoa bagi putrinya yang baru lahir? Dengan suara yang tenang dan pelan dia mengatakan bahwa semakin banyak orang mendoakan maka akan semakin baik. Akan semakin banyak berkatnya. Aku pun lalu masuk ke kamar bayi dan mendoakan secara Katolik.

Jumat, 03 November 2017

Bisa Baca?



Pada saat menulis ini sebenarnya saya agak sedikit kebingungan. Bagaimana harus memulainya. Dengan kata dan kalimat apa agar tulisan yang kurang penting ini bisa menjadi tulisan yang layak dikonsumsi oleh orang yang bisa membaca tapi malas untuk membaca. Ini kesulitan tersendiri bagi saya pribadi. Adakalanya mempunyai keinginan untuk beramal dengan membuat tulisan, tetapi adakalanya juga keterbatasan yang jadi penghambat. Pada akhirnya dengan senang hati saya putuskan untuk mengawalinya dengan segala keterbatasan saya. 

Selasa, 31 Oktober 2017

Siapa Kita? Anak Sanggar Merah Merdeka

Siapa kita? Anak sanggar merah merdeka. Siapa kita? Anak luar biasa. Bagaimana kita? Peduli, mendengarkan, bersahabat. Kata-kata itulah yang seringkali diucapkan kepada anak-anak agar anak-anak mampu menginternalisasi dan menjadikannya sebagai sebuah motivasi.

Gang langgar merupakan salah satu gang yang berada di kawasan tales, bendul merisi. Setiap hari terutama sore hari, kita akan menemukan anak-anak bermain dan belajar di sebuah pos di depan gang. Kita bisa melihat tawa, keceriaan dan antusiame anak-anak dalam belajar. Menyenangkan melihatnya, membuat hati merasa teduh melihatnya.